Kamis, 31 Januari 2013

Makalah Penilaian Kelas




BAB I
PENDAHULUAN

Penilaian kelas adalah kegiatan rutin dan mutlak yang harus selalu dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Penilaian yang dilakukan pastinya tidaklah suatu kegiatan yang diperoleh dengan instant dan subyektif. Ini semua demi mencapai keberhasilan kegiatan belajar mengajar dengan hasil akhir yang sesuai diharapkan. Diperlukan berbagai macam metode, jenis penilaian tertentu yang disesuaikan untuk implementasikan kepada siswanya dikelas.
Standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator tertentu mungkin efektif dinilai melalui tes tertulis, tetapi kompetensi dasar dan indikator lainnya efektif dinilai dengan tes praktek. Secara umum penilaian berbasis kelas antara lain terdiri atas ulangan harian, pemberian tugas, dan ulangan umum. Ada banyak jenis penilaian berbasis kelas salah satunya adalah penilaian proyek.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan penilaian berbasis kelas adalah melihat kecocokan antara kompetensi yang terdapat dalam kurikulum dengan bentuk penilaian yang akan digunakan.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Penilaian Kelas
Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, interpretasi informasi untuk membuat keputusan. Penilaian merupakan kegiatan yang mengambil “keputusan” dari hasil proses pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya. Penilaian biasanya bersifat tidak hanya kuantitatif tapi juga lebih cenderung mengarah ke kualitatif (Arikunto, 2008).
Pengertian penilaian kelas menurut acuan yang ditetapkan dalam kurikulum KTSP merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik (siswa) yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilaksanakan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan, pemilihan dan penggunaan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Rambu rambu penilaian kelas meliputi Prinsip prinsip penilaian kelas, ruang lingkup serta sasaran pengguna model penilaian kelas (Anonymous 2007).

2.2. Ciri-ciri Penilaian Kelas
Adapun ciri Penilaian Kelas yakni sebagai berikut:
1.      Belajar tuntas, yakni peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka, maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan” (Anonymous, 2009). Guru harus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru. Penilaian ini juga dilaksankan Secara terpadu dengan KBM, dalam suasana formal dan informal (John B. Carrol 2009).
2.      Otentik, yakni memandang penilaian dan pembelajaran secara terpadu, mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap,)
3.      Berkesinambungan adalah memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester, dan Ulangan Kenaikan Kelas.
4.      Berdasarkan acuan kriteria / patokan Prestasi kemampuan peserta didik tidak dibandingkan dengan peserta kelompok, tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan
5.      Menggunakan berbagai cara & alat penilaian. Seperti mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan serta penilaian yang bervariasi: Tertulis, Lisan, Produk, Portofolio, Unjuk Kerja, Proyek, Pengamatan, dan Penilaian diri. (Anonimous 2009).
2.3. Prinsip Dasar Penilaian Kelas
1.   Penilaian dan KBM terpadu
2.   Strategi yang digunakan mencerminkan kemampuan anak secara autentik
3.   Memanfaatkan berbagai jenis informasi
4.   Mempertimbangkan kebutuhan khusus siswa
5.   Menggunakan sistem pencatatan yang bervariasi
6.   Keputusan tingkat pencapaian hasil belajar berdasarkan berbagai informasi
7.   Guru harus berupaya seoptimal mungkin
8.   Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa
9.   Keputusan ttg kemampuan siswa mempertimbangkan hasil kerja (karya) yang dikumpulkan
10. Mengacu pada kompetensi yang tercantum dlm kurikulum
11. Bersifat adil
12. Dapat memberi informasi yg lengkap
13. Bermanfaat bagi siswa
14. Dilakukan dalam suasana yg menyenangkan
15. Diadministrasikan secara tepat dan efisien (Anonimous, 2004)
2.4. Manfaat dan Fungsi dari Penilaian Kelas
Berbagai macam manfaat kita dapatkan melalui proses penilaian kelas, antara lain:
1.   Memberikan umpan balik (feed back) bagi peserta didik. Sebagai refleksi bagi kelebihan dan kekurangannya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dikelas.
2.   Alat monitoring dan diagnosa berbagai kesulitan belajar peserta didik (problem) sehingga dapat dilakukan pemantapan ataupun kegiatan remedial. Remedial dilakukan bila nilai indikator kurang dari nilai kriteria ketuntasan belajar. Pemantapan dilakukan bila tuntas lebih cepat. Perbaikan program & kegiatan bila tidak efektif.
3.   Memberikan umpan balik (feed back) bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, dan berbagai sumberbelajar, serta kemampuan guru dalam mengajar. Sehingga dapat berfungsi sebagai masukan, saran, serta refleksi guna merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya.
4.   Memberikan berbagai informasi mengenai status keevektivitasan kegiatan pendidikan kepada komite sekolah.
5.   Memberikan umpan balik (feed back) kepada instansi terkait atau dinas daerah sebagai pemberi kebijakan dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas, serta kegiatan menyangkut kemajuan dibidang pendidikan.

2.5. Sasaran Pengguna Model Penilaian Kelas
            Model penilaian kelas ini di peruntukkan baagi pihak-pihak berikut :
1.   Para guru di sekolah untuk menyusun program penilaian di kelas masing-masing
2.   Pengawas dan kepala sekolah untuk merancang program supervisi pendidikan di sekolah
3.   Para penentu kebijakan di daerah untuk membuat kebijakan dalm penilaian kelas yang seharusnya dilakukan di sekolah. (Anonymous, 2007).

2.6. Teknik-Teknik Penilaian yang Diterapkan
Teknik pengumpulan informasi pada prinsipnya adalah pengumpulan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai.
Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang telah ditentukan sebagai acuan. Setidaknya ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

1.      Penilaian Unjuk Kerja (Performance)
A.  Pengertian Penilaian Unjuk Rasa (Performance)
            Adalah merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu seperti: Praktik di laboratorium, presentasi, diskusi. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrument seperti rubrik Cek (Check-list), rubric (Rating Scale).
B.     Contoh Penilaian Unjuk Rasa
1.      Contoh Instrumen Penilaian  Dengan Rating  Scale
Petunjuk : Beri Lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato :
                  1.   bila tidak pernah
                  2.   bila jarang
                  3.   bila kadang-kadang, dan
                  4.   bila siswa selalu melakukan

Nama : Rinjani
I.    Ekspresi fisik (physical expression)
      A. Berdiri tegak melihat pada penonton
            1       2       3       4
            B.  Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan yang disajikan
                  1       2       3       4
2.   Contoh Instrumen Penilaian  Dengan Checklist
      Petunjuk : Beri tanda centang (v) dibelakang huruf di mana kemampuan siswa teramati pada waktu berpidato.
     
Nama : Rinjani
      I.    Ekspresi fisik (physical expression)
            ----- A. Berdiri tegak melihat pada penonton
            ----- B. Merubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan     pernyataan yang disajikan
            ----- C. Mata melihat kepada penonton
      II.  Ekspresi suara (vocal expression)
            ---- A. Berbicara dengan kata-kata yang jelas
            ---- B. Nada suaranya berubah-ubah sesuai  pernyataan 
                      yang ditekankan
            ---- C. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton
      III. Ekspresi verbal (verbal expression)
            ---- A. Memilih kata-kata yang tepat untuk  menegaskan arti
            ---- B. Tidak mengulang-ulang pernyataan
            ---- C. Menggunakan kalimat yang lengkap untuk    mengutarakan suatu pikiran
            ---- D. Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting
2.   Penilaian Sikap
      A. Pengertian Penilaian Sikap
            Melalui jurnal belajar siswa yang memuat menenai penilaian siswa terhadap aspek tertentu. Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Umumnya objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah Sikap terhadap materi pelajaran, guru/pengajar, proses pembelajaran, serta nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi melalui jurnal belajar siswa (buku harian) pertanyaan langsung, laporan pribadi.


      B.  Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA
No.
Nama
Perilaku
Nilai
Keterangan
Bekerja Sama
Berinisiatif
Penuh Perhatian
Bekerja Sistematis
1.
Ruri






2.
Tono






3.
....







3.      Penilaian Tertulis (Paper and Pencil Test)
      A.  Pengeretian Penilaian Tertulis
            Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan.
      B. Contoh Penilaian Tertulis
1.      Memilih Jawaban
      -  Pilihan ganda
      -  Dua pilihan (B - S ; Ya - Tidak)
2.      Mensuplai Jawaban
      -  Isian atau melengkapi
      -  Jawaban singkat
      -  uraian


4.      Penilaian Projek
A.    Pengertian Penilaian Proyek
Yang dimaksud proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertantu. Jadi, penilaian proyek adalah kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.
Penilaian proyek dilakukan mulai dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data. Proyek juga akan memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan peserta didik  pada pembelajaran tertentu, kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan peserta didik untuk mengkomunikasikan informasi.
Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang pelu dipertimbangkan sebagai berikut:
1.      Kemampuan Pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik dan mencari informasi serta dalam mengelola waktu pengumpulan data dan penulisan laporan
2.      Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dalam hal ini mempertimbangkan tahap pengetahuan, ketrampilan, dan pemahaman dalam pelajaran
3.      Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan konstribusi guru pada proyek peserta didik, dalam hal ini petunjuk atau dukungan.
Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. Nilainya dapat dilakukan secara subektif maupun objektif. Secara subjektif, bila hal ini dilakukan, bukti nilai yang tersedia dapat menunjukkan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar. Secara objektif, lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapat ditempatkan relatif dengan tepat.                
Penilaian penugasan atau proyek ini bermanfaat untuk menilai:
1.       Keterampilan menyelidiki secara umum
2.      Pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu
3.       Kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam suatu penyelidikan
4.      Kemampuan menginformasikan subjek secara jelas.
Ada dua tipe penilaian proyek yaitu
1.      Penilaian proyek yang menekankan pada proses misalnya merencanakan dan mengorganisasikan investigasi, bekerja dalam tim.
2.      Penilaian proyek yang menekankan pada produk, misalnya mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi yang relevan, menganalisis dan menginterpretasi data, mengkomunikasikan hasil.


B.     Teknik Penilaian Proyek

Penilaian dengan cara ini dilakukan mulai perencanaan, proses selama pengerjaan tugas dan hasil akhir proyek tersebut. Dengan demikian guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data kemudian menyiapkan laporan tertulis. Pelaksananan penilaian berupa daftar cek (Checklist) ataupun skala rentang (rating scale)

C.    Contoh Penilaian Proyek
Contoh perintah penugasan atau proyek terhadap peserta didik.
Lakukan penelitian sederhana di Lingkungan sekitar mengenai pengaruh cinta kebersihan terhadap gaya hidup siswa(cara berpakaian, tempat tinggal, perilaku, kesehatan)



Contoh Penskoran tugas proyek.
Aspek
Kriteria dan Skor

3
2
1
Persiapan
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.
Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap 
Jika    memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap
Pengumpulan data
Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua dan data tercatat demgan rapi dan lengkap
Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak rapi dan lengkap
Jika pertanyaan tidak terlaksana semau dan data tidak tercatat dengan rapi
Pengolahan data
Jika pembahasan data sesuai tujuan penelitian
Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian
Jika sekadar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data
Pelaporan data
Jika sistematika penelitian benar, memuat saran, bahsa komunikatif.
Jika sistematika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang komunikatif.
Jika penulisan kurang sistematis, bajasa kurang komunikatif, kurang memuat saran.

5.      Penilaian Produk
A. Pengertian Penilaian Produk
            Adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni.
B.     Contoh Penilaian Produk
1.   Contoh tugas penilaian produk
Tugas         :  buatlah rancangan model benda yang menggunakan roda
Ketentuan :
-     Gambar rancangan model
-     Bahan untuk model tertulis dalam rancangan
-     Tentukan spesifikasi bahan untuk model



2.   Contoh penskoran tugas penilaian produk
No
Kriteria
Skor
B
C
K
1.
Ada gambar rancangan model



2.
Bahan tertulis dalam model



3.
Spesifikasi bahan tertulis



4.
Unsur  estetika



Kriteria penskoran :
B =   gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi  bahan jelas
C =      gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spesifikasi bahan kurang jelas
K =   gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi    bahan tidak jelas

6.      Penilaian Portofolio
A.  Pengertian Penilaian Portofolio
Dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan karya seorang siswa disebut portofolio. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga ‘portofolio untuk penilaian’ atau ‘portofolio penilaian’.
Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya. Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan hasil kerja siswa, melainkan kumpulan hasil siswa dari kerja yang sengaja diperbuat siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi, pemahaman, dan capaian siswa dalam mata pelajaran tertentu. Portofolio juga merupakan kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran, atau peningkatan belajar siswa.
Portofolio siswa untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa,
yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:
1.   Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan
3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan
4.   Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan
5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran
6.   Penyelesaian soal-soal terbuka
7.   Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya
8.   Laporan kerja kelompok
9.   Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan)
12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan
13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran

B. Contoh Penilaian Portofolio
No
SK / KD
Periode
Kriteria
Keterangan
Tata bahasa
Kosakata
Kelengkapan gagasan
Sistematika
penulisan
1.
Menulis karangan deskriptif
30/7





10/8





dst.





2.
Membuat resensi buku
1/9





30/9





10/10





Dst.









BAB III
PENUTUP

Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru (yang dilakukan melalui suatu langkah-langkah) yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan, yang dikumpulkan melalui prosedur, teknik dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar